Selasa, 20 Oktober 2020

Belajar Pola Bilangan dengan Game Memperbaiki Pagar. Kok Bisa???

Pola bilangan merupakan salah satu materi di kelas 8 SMP dan istimewanya materi ini digunakan sampai ke tingkat yang lebih tinggi bahkan kita tahu bahwa materi ini digunakan untuk mengikuti tes perguruan tinggi bahkan ketika mencari pekerjaan. Sering terbukti bahwa orang yang mampu melihat pola bilangan cenderung linier dengan tingkat intelektualitasnya. 

Untuk mengenalkan pola bilangan kepada peserta didik kelas 8 sangat baik dilakukan dengan mengajak mereka bermain game. Salah satunya adalah permainan yang ada dalam portal Rumah Belajar yaitu edugame Memperbaiki Pagar.  Pada permainan tersebut peserta didik dituntut untuk dapat memilih pagar yang berisi bilangan untuk ditempatkan di bagian pagar yang mengalami kerusakan. Pada kegiatan ini mungkin saja ada beberapa peserta didik yang melakukan metode coba-coba tetapi pada beberapa percobaan berikutnya mereka tentunya akan menggunakan penalaran untuk menyelesaikan game tersebut, ternyata penomoran pagar yang di perbaiki memiliki pola bilangan. 


Dari gambar tersbut terlihat bahwa beberapa pagar yang terlihat rusak akan diperbaiki. Beberapa peserta didik mungkin saja mengerjakan dengan melihat bilangan-bilangan yang ada pada pilihan pagar sehingga mereka memikirkan bilangan apa yang tepat setelah itu baru memasangkannya. Ini adalah hal yang penting sebagai prasyarat agar mereka bisa mengenal barisan dan deret bilangan selanjutnya yaitu barisan dan deret aritmetika serta geometri. 



Melalui edugame ini diharapkan peserta didik akan memiliki kemampuan dasar dalam melihat pola bilangan-bilangan yang sederhana sehingga bisa mengabstraksi konsep tanpa menggunaka media di kemudian hari.  


Bertandang ke Spensix untuk Berbagi, The Last but Not Least

 

Flyer Kegiatan SRB Berbagi di SMP N 6 Singaraja

Akhirnya kegiatan SRB Berbagi yang saya rencanakan hampir rampung semuanya, tinggal menyisakan satu sekolah di minggu terakhir kegiatan Pembatik Level 4 Provinsi Bali. Hari ini, Senin 19 Oktober 2020 saya menyasar SMP Negeri 6 Singaraja yang merupakan salah satu sekolah yang terletak di tengah kota Singaraja. Sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah di Kota Singaraja yang bisa saya sasar mengingat ijin untuk melakukan sosialisasi saat ini sangat sulit diperoleh. 

Sebelum melakukan sosialisasi seperti biasa saya menemui Kepala SMP Negeri 6 Singaraja yang merupakan senior sekaligus teman sejawat saya. Ada cerita unik dengan Pak Nyoman Sudiana yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 6 Singaraja. Dimasa kuliah beliau merupakan pembimbing saya saat PPL di tempat yang sama, kemudian beliau pernah menjadi kepala SMP Negeri 2 Sukasada tempat saya saat ini mengabdi. Bersama beliau kami berada satu panggung di tahun 2017 dalam presentasi pemenang karya Inovasi Pembelajaran dan Kepala Sekolah di acara Buleleng Education Expo. Kami berbincang sejenak mengenai SMP 6 Singaraja yang juga tempat saya mengabdi ketika pertama kali menjadi guru. Saya melihat perkembangan sekolah ini menunjukkan progress yang luar biasa di bawah kepemimpinan beliau terutama dalam hal penataan lingkungannya.

Berfoto bersama dengan Pak Nyoman Sudiana

Pada saat kegiatan sosialisasi dan berbagi pengalaman tentang Portal Rumah Belajar saya menyapa rekan-rekan guru yang merupakan teman-teman lama saya. Saya mensosialisasikan Portal Rumah Belajar dengan santai tetapi para guru mampu menyimak penjelasan saya. Beberapa guru juga langsung browsing di laptopnya masing-masing ke alamat portal rumah belajar tersebut. Sesuai arahan bapak Kepala Sekolah saya diminta untuk membimbing satu persatu guru yang mengalami kendala. Bapak Nyoman Sudiana juga dengan cekatan langsung meminta operator untuk mendaftarkan SMP Negeri 6 Singaraja sebagai penyelenggara Kelas Maya Rumah Belajar, harapannya agar bisa dengan cepat di approve oleh pihak Pusdatin Kemdikbud. Ini merupakan respon yang sangat cepat dari bapak pimpinan agar portal ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga sekolah. 

Suasana kegiatan SRB Berbagi 

Saya juga mensosialisasikan cara menggunakan sumber belajar yang bisa dibagikan di grup belajar peserta didik. Hal ini penting mengingat pemerintah memberikan kuota belajar kepada para pendidik dan peserta didik yang dapat dimafaatkan sepenuhnya untuk kegiatan berselancar di Rumah Belajar. Hampir sama dengan di SMP 4 Sukasada, ada pertanyaan dari guru-guru Muatan Lokal mengenai tidak adanya mata pelajaran tersebut di Sumber Belajar. Tentunya ini menjadi catatan bagi saya untuk bisa menginfokan kepada para Duta Rumah Belajar agar bisa menjadi bahan pertimbangan serta catatan kedepannya. 

Pendampingan cara masuk ke Portal Rumah Belajar
Di akhir kegiatan saya mengajak para peserta untuk mengikuti kuis kahoot. Masih sama seperti waktu saya mengabdi disini setiap ada kegiatan game yang seru pasti akan ada kehebohan terutama dari Ibu-ibu guru. Saya sebagai pemandu ikut menikmati keseruan dan keceriaan bermain game kahoot ini. Para pemenang memperoleh souvenir menarik dan tentunya stiker berlogo Rumah Belajar. 

Penyerahan Souvenir Pemenang Kuis Kahoot

Saya berharap agar sosialisasi ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi para pendidik dan peserta didik tentunya sehingga keberadaan Rumah Belajar ini bisa membumi di negeri ini. Rumah Belajar, Belajar di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.

Berikut adalah daftar hadir kegiatan


Berbagi di Spenfoursada, Sekolah Pinggiran yang Tak Bisa di Pinggirkan

 

Flyer Kegiatan SRB Berbagi di SMP N 4 Sukasada

Ada yang berbeda pada kegiatan saya kali ini, yaitu kegiatan berbagi kali ini saya lakukan di sekolah yang sama sekali belum pernah saya kunjungi selama saya menjadi seorang guru baik kegiatan formal ataupun informal. Saya memutuskan ke sekolah ini karena saya melihat potensi sekolah ini untuk mengembangkan pemanfaatan Portal Rumah Belajar meskipun berada di daerah pinggiran. Saya mengenal kepala sekolahnya sebagai pimpinan yang berwibawa dan memiliki inovasi dalam bidang pendidikan, sehingga tidak jarang sekolahnya memperoleh penghargaan baik di bidang akademik maupun non akademik. Saya bersyukur karena saya mendapat ijin untuk berkegiatan di sekolah ini secara tatap muka pada Sabtu, 17 Oktober 2020 tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan. 

Perjalanan menuju sekolah ini dari rumah saya lumayan jauh yaitu 7,5 km, tetapi itu tidak menyurutkan keinginan saya untuk membagi sedikit pengetahuan yang saya miliki. Setelah kurang lebih 15 menit perjalanan menyusuri jalanan pedesaan saya sampai di SMP Negeri 4 Sukasada dan langsung di sambut oleh Bapak Putu Astabawa selaku pimpinan lembaga tersebut. Sebelum kegiatan berbagi kami banyak mengobrol ringan tetapi tidak jauh dari masalah pendidikan dan pengabdian sebagai seorang pendidik. 

Untuk bisa berbagi kita memerlukan jiwa pengabdian yang tanpa pamrih, dan suatu saat apa yang kita bagi yakinlah akan kembali ke diri kita sendiri dalam bentuk kebaikan yang lain

Itulah sepenggal kalimat bermakna yang beliau sampaikan kepada saya untuk menyemangati saya, karena beliau pasti mengetahui bahwa apa yang saya lakukan bukanlah kegiatan yang mencari profit😀. Beliau adalah sosok inspiratif bagi saya karena saya mengenalnya sebagai sosok yang santun tetapi memiliki wawasan yang luas dalam bidang management.

Kegiatan Pengenalan Portal Rumah Belajar

Akhirnya saya diberikan kesempatan untuk memulai kegiatan sosialisasi dan berbagi mengenai portal Rumah Belajar. Saya mulai memperkenalkan diri dan berusaha berinteraksi dengan beberapa guru yang saya kenal wajahnya tapi masih belum kenal namanya. Pada kegiatan ini saya menyampaikan alamat portal Rumah Belajar serta mengajak para guru untuk mengunduh aplikasi Rumah Belajar dan juga agar bisa menginfokan kepada anak didiknya. Saya mengajak teman-teman guru untuk mengeksplorasi sumber belajar dan mencari bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan selama pembelajaran jarak jauh. 

Penjelasan bagaimana cara mendaftar di Kelas Maya

Selama kegiatan memang ada kendala masalah sinyal karena posisi tempat kegiatan berada di tempat yang lost signal, tetapi itu tidak menyurutkan langkah saya untuk tetap melayani teman-teman guru dengan sabar. Beruntunglah disuatu waktu sinyal HP saya kembali ke kualitas 4G sehingga dengan cepat saya langsung browsing dan menunjukkan bagaimana fitur-fitur yang ada di Rumah Belajar. Saya sangat mensyukuri momentum ini, mungkin ini yang dimaksud Bapak Kepala Sekolah bahwa kebaikan akan kembali ke diri kita. hehehe...

Disamping pengenalan portal rumah belajar saya juga memberikan sedikit pengetahuan kepada rekan-rekan guru mengenai cara membuat video pembelajaran yang sesuai standar Rumah Belajar. Saya menjelaskan teknik green screeen dan mendapat apresiasi dari teman-teman guru, sehingga saya meminta kepada mereka untuk sekaligus menjadi artis dalam video pembelajaran yang akan dibuat. Dengan terlihatnya wajah guru dalam video pembelajaran secara otomatis ini akan memberikan ikatan emosional antara guru dan peserta didiknya dibandingkan mereka hanya melihat teks ataupun suara dari gurunya.

Ada beberapa pertanyaan dan saran yang muncul dalam kegiatan ini salah satunya pertanyaan dari Guru bidang studi Muatan Lokal yang menyarankan agar konten muatan lokal Provinsi Bali bisa masuk ke Portal Rumah Belajar. Ini tentu menjadi PR para SRB, DRB maupun pengambil kebijakan agar dapat melakukan usaha ke Kemdikbud sehingga konten-konten muatan lokal bisa dimasukkan ke Portal Rumah Belajar. 

Tidak terasa satu setengah jam terlewati dengan cepat dan mengalir begitu saja dan yang paling membanggakan adalah Bapak Kepala Sekolah menemani kegiatan ini dari awal hingga akhir bahkan sesekali memandu jalannya acara serta memberikan penguatan atas apa yang saya sampaikan. Beliau berpesan agar tidak lelah berbagi dan diskusi ini tidak hanya sampai disini tetapi dapat dilanjutkan di lain ruang dan waktu. Di akhir saya memberikan souvenir kepada para penanya dan tentunya membuat vlog mengenai Rumah Belajar.

Penyerahan Souernir kepada Para Penanya

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Daftar hadir kegiatan dapat dilihat sebagai berikut.

Siapakah Dagang Rujak Kuah Pindang? (Sekelumit Cerita SRB Berbagi di KKG Kecamatan Buleleng)

 

Flyer Kegiatan Berbagi dan Sosilaisasi Rumah Belajar 
di KKG SD Se-Kecamatan Buleleng 

Pagi itu 13 Oktober 2020 saya mulai mempersiapkan materi yang akan saya bawakan di KKG Kecamatan Buleleng dalam program SRB Provinsi Bali Berbagi. Ya dua jam sebelum kegiatan, saya baru sempat mengobrak-abrik kembali software filmora yang akan saya presentasikan nanti. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa saya tidak akan ada kesalahan ketika berbagi nanti, sambil mengumpulkan beberapa aset video pembelajaran seperti background atau backsound yang akan dibagikan saat kegiatan berbagi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.45 saya membuka room yang akan digunakan untuk kegiatan hari ini, kebetulan MGMP saya memberikan fasilitas untuk meminjamkan zoom kepada SRB yang akan berbagi. Saya menemukan akun yang bernama "Dagang Rujak Kuah Pindang" memasuki room. Saya tertawa kecil ketika melihat akun itu dan penasaran seperti apa wajah pemiliknya, tetapi sayang si empunya akun tidak menghidupkan kameranya. 

Kegiatan pun akhirnya dibuka oleh moderator Bapak Dewa Yuda (SRB Provinsi Bali) mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 10.05, kita ngaret 5 menit tapi tidak apalah karena kami memang menunggu moderator yang masih mobile dengan kegiatan lainnya (padahal sudah was-was karena tidak muncul di room). Bapak Dewa Yuda memandu kegiatan dan memulai dengan doa dan memperkenalkan seluruh narasumber yang akan menjadi pembicara hari ini.

Saya yang mendapat giliran terakhir masih melakukan pengecekan akhir terhadap aplikasi, sinyal bahkan laptop saya agar tidak bermasalah pada saat presentasi nanti. Saya menunggu giliran presentasi sambil terus mengamati siapa sebernarnya pemilik akun "Dagang Rujak Kuah Pindang" tersebut, tapi masih saja pemilik akun tersebut tidak menunjukkan wajah aslinya. hehehe...

Curriculum Vitae Narasumber

Akhirnya saya mendapat giliran presentasi, setelah teman-teman SRB Provinsi Bali yaitu Pak Ketut Alit dan Ibu Febri memberikan sosialisasi tentang pengenalan rumah belajar. Saya mulai presentasi dengan mengenalkan fitur-fitur yang ada di filmora sebagai dasar pengetahuan untuk membuat video pembelajaran. Saya juga sharing teknik bagaimana cara agar video pembelajaran itu bisa dibuat sesuai standar Rumah Belajar dimana saya menjelaskan sedikit teknik green screen. Para peserta sangat antusias untuk mengikuti apa yang saya presentasikan terbukti dengan 2 pertanyaan yang saya terima yaitu bagaimana instalasi pertama filmora dan berapa rentang waktu yang baik untuk video pembelajaran. Saya bersama teman-teman SRB yang lain mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta tersebut dimana saya menjelaskan dengan detail bagaimana proses instalasi filmora dismping saya membagikan link tutorial dari youtube. Pertanyaan kedua mengenai waktu untuk video pembelajaran diusahakan antara 3 sampai dengan 6 menit sehingga tidak membuat bosan peserta didik yang menontonnya.

Pengenalan editing video pembelajaran

Di akhir sesi kami menyelenggarakan kuis dengan metode yang sama seperti ketika berbagi di MGMP Matematika Kabupaten Buleleng. Para peserta sangat antusias untuk mengikuti kuis yang berkaitan dengan materi yang sudah diberikan. Ternyata nama Dagang Rujak Kuah Pindang kembali muncul sebagai peserta kuis, membuat saya semakin penasaran. Ternyata teman-teman juga menyadarinya sehingga kami tertawa dengan para SRB serta peserta webinar. Atas usul ibu Febri pemilik akun akan diberikan hadiah pulsa karena berpenampilan unik, dan hadiah itu adalah hadiah dadakan tentunya untuk memancing pemilik akun untuk menampakkan wajah aslinya. Yang lucu adalah, pemilik akun tersebut adalah orang yang satu ruangan dengan bu Febri, kebetulan mereka berada di Lab Komputer. Kami akirnya tertawa melihat kejadian lucu ini.

Kegiatan Kuis di akhir sosialisasi

Ini adalah pengalaman lain ketika kegiatan berbagi, tentunya akan menjadi kenangan yang cukup menggelikan. Kegiatan ini kami akhiri dengan mengucapkan terimakasih kepada peserta yang setia dari awal hingga akhir kegiatan. Tidak terasa kegiatan kami berakhir pada pukul 12.00 Wita dan akhirnya kami mengakhiri pertemuan.  
Berikut adalah video kegiatan sosialisasi Rumah Belajar di KKG SD Se-Kecamatan Buleleng

Minggu, 18 Oktober 2020

Berbagi di MGMP Matematika

Flyer Kegiatan Berbagi di MGMP Matematika SMP Kabupaten Buleleng

Kegiatan berbagi di MGMP Matematika merupakan kegiatan daring pertama yang saya lakukan mengingat luasnya cakupan peserta yang dapat dijangkau yaitu guru-guru matematika SMP Se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 12 Oktober 2020. Pada kesempatan ini saya mencoba untuk berkolaborasi dengan beberapa teman SRB Provinsi Bali untuk bersama-sama memberikan sosialisasi mengenai Portal Rumah Belajar. Saya mengajak Bapak Ketut Alit Saputra dan Bapak Dewa Yuda Andika untuk bersama-sama memberikan informasi terbaru mengenai Rumah Belajar. 

Pada kesempatan ini kami membagi tugas dalam menyajikan materi maupun menjadi host serta moderator. Bapak Dewa Yuda kami posisikan sebagai host dan moderator dalam memandu jalannya acara. Pada bagian pertama kami juga memberikan kesempatan kepada Ketua MGMP untuk memberikan sambutan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan. Ketua MGMP Matematika SMP Kabupaten Buleleng yaitu Bapak I Gede Wira Arimbawa menyambut positif kegiatan ini serta memberikan apresiasi kepada SRB yang sudah mau berbagi di forum Guru Matematika SMP Kabupaten Buleleng. Beliau juga berharap agar para SRB ini nantinya tidak berhenti sampai disini dalam membagikan informasi mengenai inovasi pembelajaran terutam di masa Pandemi Covid-19 ini.

Sebagai Narasumber pertama yaitu Bapak Ketut Alit Saputra yang menyajikan materi aplikasi OBS untuk merancang video pembelajaran. Pak Alit menjelaskan teknik untuk memanfaatkan power point dan rekam layar yang dikolaborasikan dengan OBS untuk membuat video pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Tujuannya adalah agar video dapat memperlihatkan materi serta wajah gurunya sehingga dikenali oleh para peserta didik di masa pembelajaran jarak jauh ini. Materi ini sangat menarik perhatian para peserta sehingga tidak sedikit peserta yang bertanya di kolom chat dan menyampaikan pertanyaan secara langsung. Salah satunya adalah pertanyaan dari Bapak Yudi Sumerta Guru Matematika SMP Tri Amerta Singaraja yang menanyakan bagaimana cara agar ukuran  file video yang dihasilkan tidak begitu besar sehingga tidak membebani kuota peserta didik. Untuk menanggapi pertanyaan tersebut kami secara bergantian menceritakan pengalama yang diperoleh ketika menggunakan aplikasi tersebut sehingga dapat memperkecil ukuran filenya. Salah satunya adalah dengan memperkecil resolusi videonya.

Sebagai narasamumber kedua saya berkesempatan untuk berbagi mengenai portal rumah belajar beserta fitur-fiturnya baik fitur utama maupun fitur pendukungnya. Saya menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan sumber belajar untuk pembelajaran matematika sehingga bisa di manfaatkan oleh peserta didik dalam menambah pengetahuan dan memahami konsep yang sedang dipelajari. Saya juga menekankan bahwa situs rumah belajar merupakan situs yang dapat diakses dengan menggunakan kuota belajar dari Kemdikbud. Saya juga menjelaskan pemanfaatan laboratorium maya, dimana untuk pelajaran matematika dapat dimanfaatkan terutama pada pembelajaran yang ranahnya geometri. Dibagian akhir saya menjelaskan bagaimana memanfaatkan edugame untuk kegiatan pembelajaran sehingga tidak terkesan membosankan. Ada berbagai macam permainan yang dapat diintegrasikan dalam materi matematika seperti pola bilangan ataupun fungsi kuadrat.

Di akhir kegiatan kami memberikan kuis kepada para peserta mengenai portal rumah belajara, kegiatan pembelajaran daring serta beberapa materi khusus matematika. Kegiatan kuis ini sangat antusias diikuti oleh para peserta dan pada akhirnya pemenang diberikan hadiah berupa pulsa Rp50.000. Disamping itu untuk para penanya juga diberikan pulsa masing-masing Rp25.000.

Berikut adalah video kegiatan SRB Berbagi di MGMP Matematika SMP Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan secara daring.


Berikut adalah daftar hadir kegiatan