Portal Kelulusan

Halo sahabat Rumah Belajar..
Bagaimana kabarnya??
Semoga sehat selalu...
Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya membelajarkan materi keliling dan luas bangun datar di kelas 7 SMP dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar di semester 2 tahun ajaran yang lalu. Sebenarnya materi ini sudah didapatkan peserta didik semenjak SD tetapi terkadang peserta didik hanya menghafal rumus keliling dan luas sehingga ketika dihadapkan pada pemecahan masalah mereka kembali menjadi bingung.
Media pembelajaran menjadi point penting ketika membelajarkan konsep terutama mengenai konsep luas dengan pendekatan persegi satuan setidaknya menggunakan kertas berpetak. Di masa pandemi sulitnya kegiatan tatap muka membuat kita harus mencari inovasi untuk memudahkan peserta didik dalam memahami konsep keliling dan luas persegi.
Melalui percobaan di Laboratorium Maya peserta didik dapat melakukan beberapa hal dari mengenal bangun datar, mengetahui unsur-unsurnya hingga mencari keliling dan luas daerahnya. Dengan menggunakan percobaan bangun datar di Lab Maya ini sebenarnya banyak konsep yang dipelajari seperti sudut dan koordinat kartesius. Peserta didik dapat memilih bangun apa yang ingin dicari keliling dan luasnya dan setiap bangun dapat dimanipulasi ukuran sisi-sisinya sehingga dengan konsep luas satuan peserta didik dapat menggeneralisasi rumus keliling dan luas suatu bangun datar.
Setelah memahami konsep keliling dan luas daerah peserta didik dapat mencoba latihan soal untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang sudah dipelajari. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi rekan pendidik dalam membelajarkan materi bangun datar.
Rumah Belajar,
Belajar di mana saja
kapan saja
dan dengan siapa saja.
Materi fungsi kuadrat adalah materi yang awalnya ada di jenjang SMA tetapi pada kurikulum 2013 materi ini dipindah ke jenjang SMP kelas 9. Karakteristik materi ini cukup rumit dan tidak sedikit guru yang menghindari menguraikan materi ini secara detail sehingga peserta didik banyak yang diberikan rumus-rumus yang sudah jadi. Akibatnya adalah peserta didik cenderung menghafalkan rumus yang sudah diberikan tanpa mengetahui interpretasi geometris dan aljabar dari materi ini.
Sama seperti persamaan garis lurus materi ini memiliki karakteristik geometri yang berhubungan dengan bentuk aljabarnya sehingga perlu koneksi antara dua ranah tersebut. Kesulitannya adalah proses menggambar secara manual yang cukup rumit serta terkadang tidak dipahami oleh siswa sehingga hasil yang diperoleh bukanlah berupa kurva yang diinginkan.
Melalui percobaan pada Laboratorium Maya peserta didik diharapkan dapat lebih mampu menterjemahkan bentuk aljabar dari fungsi kuadrat yaitu y = ax^2 + bx + c dan membandingkan dengan grafik yang diperoleh. Dengan mengganti nilai a, b, dan c peserta didik dapat melihat perubahan yang terjadi pada kurva yang diperoleh. Proses ini yang tidak akan diperoleh ketika peserta didik diberikan rumus yang sudah jadi karena peserta didik tinggal memasukkan nilai variabel tanpa mengetahui maknanya. Peserta didik juga akan memahami bahwa karakteristik grafik yang dihasilkan adalah berupa kurva mulus yang disebut parabola. Dari serangkaian percobaan yang dilakukan diharapkan peserta didik dapat membuat generalisasi dari sifat-sifat fungsi kuadrat seperti bagaimana bentuk kurva apabila nilai a positif, atau dimana titik potong kurva ketika nilai c nya tertentu. Eksplorasi ini hanya dapat dilakukan melalui media yang iteraktif, media yang mampu menjembatani antara peserta didik dan konsep itu. Jawabannya tentu percobaan fungsi kuadrat di laboratorium Maya Rumah Belajar.
Dalam pembelajaran Matematika materi Geometri terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk membelajarkannya kepada peserta didik. Materi ini memerlukan tingkat abstraksi yang tinggi karena mereka terkadang harus membayangkan dimensi, bidang dan ruang untuk memperoleh pemahanan dari materi ini. Salah satu materi Geometeri pada tingkat SMP adalah Persamaan Garis Lurus. Materi Persamaan Garis Lurus merupakan perpaduan antara Geometri dan Aljabar dimana umumnya guru-guru mengalami kesulitan dalam membelajarkan materi ini kepada para peserta didik.
Sebelum mengikuti pembelajaran persamaan garis lurus tentunya peserta didik harus memiliki pengetahuan awal tentang fungsi. Ketika memasuki materi garis lurus visualisasi dan eksplorasi peserta didik mutlak diperlukan agar pemahaman tentang gradien, persamaan garis, serta menggambar garis lurus bisa dipahami dengan lebih mudah. Salah satu media yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan Laboratorium Maya dari Rumah Belajar Kemdikbud.
Melalui kegiatan percobaan di lab maya peserta didik dapat mengeksplorasi media ini dengan menggeser-geser garis dan memperhatikan persamaannya, kemudian mereka dapat melakukan pencatatan terhadap arah garis yang dihasilkan ketika mengganti nilai dari persamaan tersebut. Peserta didik diharapkan mampu memahami bagaimana arah garis yang gradiennya negatif, bagaimana arah garis yang gradiennya positif dan bagaimana arah garis yang gradiennya nol. Hal ini sangatlah penting karena konsep inilah yang akan membawa mereka memahami materi ini sebagai geometri dan aljabar secara simultan.
Peserta didik juga dapat menemukan rumus gradien yang melalui dua buah titik melalui serangkain percobaan sehingga dapat diingat dan dipahami dengan mudah. Peserta didik diharapkan mampu menyimpulkan makna dari gradien yaitu perbandingan jarak secara vertikal dan jarak secara horisontal dari dua buah titik.
Dari hasil eksplorasi ini diharapkan peserta didik dapat memahami hubungan antara persamaan garis dalam bentuk y = mx + c dan menghubungkannya dengan gradien yang melalui dua buah titik sehingga dapat diturunkan sebuah formula bahwa persamaan garis yang melalui dua buah titik adalah (x2 -x1)(y - y1) = (y2 - y1)(x - x1). Memahami materi persamaan garis lurus memang lebih mudah dengan menggunakan media visual dan interaktif sehingga peserta didik bisa terlibat langsung dalam konstruksi pengetahuannya.
Setelah memahami materi ini peserta didik dapat diberikan latihan dengan cara mengklik menu latihan soal yang secara otomatis di acak oleh sistem. Jika masih belum paham tentunya peserta didik dapat mencoba kembali media visual sebelum menjawab ulang soal tersebut.
Pola bilangan merupakan salah satu materi di kelas 8 SMP dan istimewanya materi ini digunakan sampai ke tingkat yang lebih tinggi bahkan kita tahu bahwa materi ini digunakan untuk mengikuti tes perguruan tinggi bahkan ketika mencari pekerjaan. Sering terbukti bahwa orang yang mampu melihat pola bilangan cenderung linier dengan tingkat intelektualitasnya.
Untuk mengenalkan pola bilangan kepada peserta didik kelas 8 sangat baik dilakukan dengan mengajak mereka bermain game. Salah satunya adalah permainan yang ada dalam portal Rumah Belajar yaitu edugame Memperbaiki Pagar. Pada permainan tersebut peserta didik dituntut untuk dapat memilih pagar yang berisi bilangan untuk ditempatkan di bagian pagar yang mengalami kerusakan. Pada kegiatan ini mungkin saja ada beberapa peserta didik yang melakukan metode coba-coba tetapi pada beberapa percobaan berikutnya mereka tentunya akan menggunakan penalaran untuk menyelesaikan game tersebut, ternyata penomoran pagar yang di perbaiki memiliki pola bilangan.
Dari gambar tersbut terlihat bahwa beberapa pagar yang terlihat rusak akan diperbaiki. Beberapa peserta didik mungkin saja mengerjakan dengan melihat bilangan-bilangan yang ada pada pilihan pagar sehingga mereka memikirkan bilangan apa yang tepat setelah itu baru memasangkannya. Ini adalah hal yang penting sebagai prasyarat agar mereka bisa mengenal barisan dan deret bilangan selanjutnya yaitu barisan dan deret aritmetika serta geometri.
Melalui edugame ini diharapkan peserta didik akan memiliki kemampuan dasar dalam melihat pola bilangan-bilangan yang sederhana sehingga bisa mengabstraksi konsep tanpa menggunaka media di kemudian hari.
Akhirnya kegiatan SRB Berbagi yang saya rencanakan hampir rampung semuanya, tinggal menyisakan satu sekolah di minggu terakhir kegiatan Pembatik Level 4 Provinsi Bali. Hari ini, Senin 19 Oktober 2020 saya menyasar SMP Negeri 6 Singaraja yang merupakan salah satu sekolah yang terletak di tengah kota Singaraja. Sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah di Kota Singaraja yang bisa saya sasar mengingat ijin untuk melakukan sosialisasi saat ini sangat sulit diperoleh.
Sebelum melakukan sosialisasi seperti biasa saya menemui Kepala SMP Negeri 6 Singaraja yang merupakan senior sekaligus teman sejawat saya. Ada cerita unik dengan Pak Nyoman Sudiana yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 6 Singaraja. Dimasa kuliah beliau merupakan pembimbing saya saat PPL di tempat yang sama, kemudian beliau pernah menjadi kepala SMP Negeri 2 Sukasada tempat saya saat ini mengabdi. Bersama beliau kami berada satu panggung di tahun 2017 dalam presentasi pemenang karya Inovasi Pembelajaran dan Kepala Sekolah di acara Buleleng Education Expo. Kami berbincang sejenak mengenai SMP 6 Singaraja yang juga tempat saya mengabdi ketika pertama kali menjadi guru. Saya melihat perkembangan sekolah ini menunjukkan progress yang luar biasa di bawah kepemimpinan beliau terutama dalam hal penataan lingkungannya.
Pada saat kegiatan sosialisasi dan berbagi pengalaman tentang Portal Rumah Belajar saya menyapa rekan-rekan guru yang merupakan teman-teman lama saya. Saya mensosialisasikan Portal Rumah Belajar dengan santai tetapi para guru mampu menyimak penjelasan saya. Beberapa guru juga langsung browsing di laptopnya masing-masing ke alamat portal rumah belajar tersebut. Sesuai arahan bapak Kepala Sekolah saya diminta untuk membimbing satu persatu guru yang mengalami kendala. Bapak Nyoman Sudiana juga dengan cekatan langsung meminta operator untuk mendaftarkan SMP Negeri 6 Singaraja sebagai penyelenggara Kelas Maya Rumah Belajar, harapannya agar bisa dengan cepat di approve oleh pihak Pusdatin Kemdikbud. Ini merupakan respon yang sangat cepat dari bapak pimpinan agar portal ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga sekolah.
Saya juga mensosialisasikan cara menggunakan sumber belajar yang bisa dibagikan di grup belajar peserta didik. Hal ini penting mengingat pemerintah memberikan kuota belajar kepada para pendidik dan peserta didik yang dapat dimafaatkan sepenuhnya untuk kegiatan berselancar di Rumah Belajar. Hampir sama dengan di SMP 4 Sukasada, ada pertanyaan dari guru-guru Muatan Lokal mengenai tidak adanya mata pelajaran tersebut di Sumber Belajar. Tentunya ini menjadi catatan bagi saya untuk bisa menginfokan kepada para Duta Rumah Belajar agar bisa menjadi bahan pertimbangan serta catatan kedepannya.
Saya berharap agar sosialisasi ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi para pendidik dan peserta didik tentunya sehingga keberadaan Rumah Belajar ini bisa membumi di negeri ini. Rumah Belajar, Belajar di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.
Berikut adalah daftar hadir kegiatan
Ada yang berbeda pada kegiatan saya kali ini, yaitu kegiatan berbagi kali ini saya lakukan di sekolah yang sama sekali belum pernah saya kunjungi selama saya menjadi seorang guru baik kegiatan formal ataupun informal. Saya memutuskan ke sekolah ini karena saya melihat potensi sekolah ini untuk mengembangkan pemanfaatan Portal Rumah Belajar meskipun berada di daerah pinggiran. Saya mengenal kepala sekolahnya sebagai pimpinan yang berwibawa dan memiliki inovasi dalam bidang pendidikan, sehingga tidak jarang sekolahnya memperoleh penghargaan baik di bidang akademik maupun non akademik. Saya bersyukur karena saya mendapat ijin untuk berkegiatan di sekolah ini secara tatap muka pada Sabtu, 17 Oktober 2020 tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan.
Perjalanan menuju sekolah ini dari rumah saya lumayan jauh yaitu 7,5 km, tetapi itu tidak menyurutkan keinginan saya untuk membagi sedikit pengetahuan yang saya miliki. Setelah kurang lebih 15 menit perjalanan menyusuri jalanan pedesaan saya sampai di SMP Negeri 4 Sukasada dan langsung di sambut oleh Bapak Putu Astabawa selaku pimpinan lembaga tersebut. Sebelum kegiatan berbagi kami banyak mengobrol ringan tetapi tidak jauh dari masalah pendidikan dan pengabdian sebagai seorang pendidik.
Untuk bisa berbagi kita memerlukan jiwa pengabdian yang tanpa pamrih, dan suatu saat apa yang kita bagi yakinlah akan kembali ke diri kita sendiri dalam bentuk kebaikan yang lain
Itulah sepenggal kalimat bermakna yang beliau sampaikan kepada saya untuk menyemangati saya, karena beliau pasti mengetahui bahwa apa yang saya lakukan bukanlah kegiatan yang mencari profit😀. Beliau adalah sosok inspiratif bagi saya karena saya mengenalnya sebagai sosok yang santun tetapi memiliki wawasan yang luas dalam bidang management.
Akhirnya saya diberikan kesempatan untuk memulai kegiatan sosialisasi dan berbagi mengenai portal Rumah Belajar. Saya mulai memperkenalkan diri dan berusaha berinteraksi dengan beberapa guru yang saya kenal wajahnya tapi masih belum kenal namanya. Pada kegiatan ini saya menyampaikan alamat portal Rumah Belajar serta mengajak para guru untuk mengunduh aplikasi Rumah Belajar dan juga agar bisa menginfokan kepada anak didiknya. Saya mengajak teman-teman guru untuk mengeksplorasi sumber belajar dan mencari bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan selama pembelajaran jarak jauh.
Selama kegiatan memang ada kendala masalah sinyal karena posisi tempat kegiatan berada di tempat yang lost signal, tetapi itu tidak menyurutkan langkah saya untuk tetap melayani teman-teman guru dengan sabar. Beruntunglah disuatu waktu sinyal HP saya kembali ke kualitas 4G sehingga dengan cepat saya langsung browsing dan menunjukkan bagaimana fitur-fitur yang ada di Rumah Belajar. Saya sangat mensyukuri momentum ini, mungkin ini yang dimaksud Bapak Kepala Sekolah bahwa kebaikan akan kembali ke diri kita. hehehe...
Disamping pengenalan portal rumah belajar saya juga memberikan sedikit pengetahuan kepada rekan-rekan guru mengenai cara membuat video pembelajaran yang sesuai standar Rumah Belajar. Saya menjelaskan teknik green screeen dan mendapat apresiasi dari teman-teman guru, sehingga saya meminta kepada mereka untuk sekaligus menjadi artis dalam video pembelajaran yang akan dibuat. Dengan terlihatnya wajah guru dalam video pembelajaran secara otomatis ini akan memberikan ikatan emosional antara guru dan peserta didiknya dibandingkan mereka hanya melihat teks ataupun suara dari gurunya.
Ada beberapa pertanyaan dan saran yang muncul dalam kegiatan ini salah satunya pertanyaan dari Guru bidang studi Muatan Lokal yang menyarankan agar konten muatan lokal Provinsi Bali bisa masuk ke Portal Rumah Belajar. Ini tentu menjadi PR para SRB, DRB maupun pengambil kebijakan agar dapat melakukan usaha ke Kemdikbud sehingga konten-konten muatan lokal bisa dimasukkan ke Portal Rumah Belajar.
Tidak terasa satu setengah jam terlewati dengan cepat dan mengalir begitu saja dan yang paling membanggakan adalah Bapak Kepala Sekolah menemani kegiatan ini dari awal hingga akhir bahkan sesekali memandu jalannya acara serta memberikan penguatan atas apa yang saya sampaikan. Beliau berpesan agar tidak lelah berbagi dan diskusi ini tidak hanya sampai disini tetapi dapat dilanjutkan di lain ruang dan waktu. Di akhir saya memberikan souvenir kepada para penanya dan tentunya membuat vlog mengenai Rumah Belajar.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.
Daftar hadir kegiatan dapat dilihat sebagai berikut.
Pagi itu 13 Oktober 2020 saya mulai mempersiapkan materi yang akan saya bawakan di KKG Kecamatan Buleleng dalam program SRB Provinsi Bali Berbagi. Ya dua jam sebelum kegiatan, saya baru sempat mengobrak-abrik kembali software filmora yang akan saya presentasikan nanti. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa saya tidak akan ada kesalahan ketika berbagi nanti, sambil mengumpulkan beberapa aset video pembelajaran seperti background atau backsound yang akan dibagikan saat kegiatan berbagi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.45 saya membuka room yang akan digunakan untuk kegiatan hari ini, kebetulan MGMP saya memberikan fasilitas untuk meminjamkan zoom kepada SRB yang akan berbagi. Saya menemukan akun yang bernama "Dagang Rujak Kuah Pindang" memasuki room. Saya tertawa kecil ketika melihat akun itu dan penasaran seperti apa wajah pemiliknya, tetapi sayang si empunya akun tidak menghidupkan kameranya.
Kegiatan pun akhirnya dibuka oleh moderator Bapak Dewa Yuda (SRB Provinsi Bali) mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 10.05, kita ngaret 5 menit tapi tidak apalah karena kami memang menunggu moderator yang masih mobile dengan kegiatan lainnya (padahal sudah was-was karena tidak muncul di room). Bapak Dewa Yuda memandu kegiatan dan memulai dengan doa dan memperkenalkan seluruh narasumber yang akan menjadi pembicara hari ini.
Saya yang mendapat giliran terakhir masih melakukan pengecekan akhir terhadap aplikasi, sinyal bahkan laptop saya agar tidak bermasalah pada saat presentasi nanti. Saya menunggu giliran presentasi sambil terus mengamati siapa sebernarnya pemilik akun "Dagang Rujak Kuah Pindang" tersebut, tapi masih saja pemilik akun tersebut tidak menunjukkan wajah aslinya. hehehe...
Di akhir sesi kami menyelenggarakan kuis dengan metode yang sama seperti ketika berbagi di MGMP Matematika Kabupaten Buleleng. Para peserta sangat antusias untuk mengikuti kuis yang berkaitan dengan materi yang sudah diberikan. Ternyata nama Dagang Rujak Kuah Pindang kembali muncul sebagai peserta kuis, membuat saya semakin penasaran. Ternyata teman-teman juga menyadarinya sehingga kami tertawa dengan para SRB serta peserta webinar. Atas usul ibu Febri pemilik akun akan diberikan hadiah pulsa karena berpenampilan unik, dan hadiah itu adalah hadiah dadakan tentunya untuk memancing pemilik akun untuk menampakkan wajah aslinya. Yang lucu adalah, pemilik akun tersebut adalah orang yang satu ruangan dengan bu Febri, kebetulan mereka berada di Lab Komputer. Kami akirnya tertawa melihat kejadian lucu ini.
Kegiatan berbagi di MGMP Matematika merupakan kegiatan daring pertama yang saya lakukan mengingat luasnya cakupan peserta yang dapat dijangkau yaitu guru-guru matematika SMP Se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 12 Oktober 2020. Pada kesempatan ini saya mencoba untuk berkolaborasi dengan beberapa teman SRB Provinsi Bali untuk bersama-sama memberikan sosialisasi mengenai Portal Rumah Belajar. Saya mengajak Bapak Ketut Alit Saputra dan Bapak Dewa Yuda Andika untuk bersama-sama memberikan informasi terbaru mengenai Rumah Belajar.
Pada kesempatan ini kami membagi tugas dalam menyajikan materi maupun menjadi host serta moderator. Bapak Dewa Yuda kami posisikan sebagai host dan moderator dalam memandu jalannya acara. Pada bagian pertama kami juga memberikan kesempatan kepada Ketua MGMP untuk memberikan sambutan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan. Ketua MGMP Matematika SMP Kabupaten Buleleng yaitu Bapak I Gede Wira Arimbawa menyambut positif kegiatan ini serta memberikan apresiasi kepada SRB yang sudah mau berbagi di forum Guru Matematika SMP Kabupaten Buleleng. Beliau juga berharap agar para SRB ini nantinya tidak berhenti sampai disini dalam membagikan informasi mengenai inovasi pembelajaran terutam di masa Pandemi Covid-19 ini.
Sebagai Narasumber pertama yaitu Bapak Ketut Alit Saputra yang menyajikan materi aplikasi OBS untuk merancang video pembelajaran. Pak Alit menjelaskan teknik untuk memanfaatkan power point dan rekam layar yang dikolaborasikan dengan OBS untuk membuat video pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Tujuannya adalah agar video dapat memperlihatkan materi serta wajah gurunya sehingga dikenali oleh para peserta didik di masa pembelajaran jarak jauh ini. Materi ini sangat menarik perhatian para peserta sehingga tidak sedikit peserta yang bertanya di kolom chat dan menyampaikan pertanyaan secara langsung. Salah satunya adalah pertanyaan dari Bapak Yudi Sumerta Guru Matematika SMP Tri Amerta Singaraja yang menanyakan bagaimana cara agar ukuran file video yang dihasilkan tidak begitu besar sehingga tidak membebani kuota peserta didik. Untuk menanggapi pertanyaan tersebut kami secara bergantian menceritakan pengalama yang diperoleh ketika menggunakan aplikasi tersebut sehingga dapat memperkecil ukuran filenya. Salah satunya adalah dengan memperkecil resolusi videonya.
Sebagai narasamumber kedua saya berkesempatan untuk berbagi mengenai portal rumah belajar beserta fitur-fiturnya baik fitur utama maupun fitur pendukungnya. Saya menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan sumber belajar untuk pembelajaran matematika sehingga bisa di manfaatkan oleh peserta didik dalam menambah pengetahuan dan memahami konsep yang sedang dipelajari. Saya juga menekankan bahwa situs rumah belajar merupakan situs yang dapat diakses dengan menggunakan kuota belajar dari Kemdikbud. Saya juga menjelaskan pemanfaatan laboratorium maya, dimana untuk pelajaran matematika dapat dimanfaatkan terutama pada pembelajaran yang ranahnya geometri. Dibagian akhir saya menjelaskan bagaimana memanfaatkan edugame untuk kegiatan pembelajaran sehingga tidak terkesan membosankan. Ada berbagai macam permainan yang dapat diintegrasikan dalam materi matematika seperti pola bilangan ataupun fungsi kuadrat.
Di akhir kegiatan kami memberikan kuis kepada para peserta mengenai portal rumah belajara, kegiatan pembelajaran daring serta beberapa materi khusus matematika. Kegiatan kuis ini sangat antusias diikuti oleh para peserta dan pada akhirnya pemenang diberikan hadiah berupa pulsa Rp50.000. Disamping itu untuk para penanya juga diberikan pulsa masing-masing Rp25.000.
Berikut adalah video kegiatan SRB Berbagi di MGMP Matematika SMP Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan secara daring.
Jumat, 9 Oktober 2020 saya berkesempatan hadir di SMP Satu Atap Negeri 2 Banjar. Rumah yang pernah membesarkan saya selama 10 tahun. Kehadiran saya disana adalah untuk berbagi mengenai portal rumah belajar. Portal pembelajaran milik pemerintah yang sifatnya gratis dan sudah barang tentu menjadi sesuatu yang menarik di tunggu oleh para pendidik di sana. Saya menjadikan SMP Satu Atap Negeri 2 Banjar sebagai destinasi saya untuk berbagi karena melihat antusiasme teman-teman saya untuk selalu mengembangkan diri meskipun banyak keterbatasan dan kendala.
Seperti biasa, sama dengan kegiatan berbagi sebelumnya saya memaparkan apa itu rumah belajar serta apa manfaat dan fungsinya. Ternyata hampir semua guru belum mengetahui fitur yang dimiliki oleh Rumah Belajar ini. Pada saat yang sama saya juga mengadakan survei melalui situs menti.com mengenai pembelajaran jarak jauh, ternyata sebagian menganggap pembelajaran jarak jauh ini haruslah inovatif, sulit, dan mahal. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya ketika ingin "menjual" nama Rumah Belajar kepada mereka melihat hasil survei yang saya berikan.
Saya menjelaskan bahwa salah satu solusi yang dapat digunakan selama pandemi oleh guru dan siswa adalah Rumah Belajar. Saya menjelaskan fitur-fitur utama yang ada di Rumah Belajar terutama Sumber Belajar dan Laboratorium Maya. Meskipun beberapa kali koneksi internet bermasalah, tetapi saya melihat keseriusan teman-teman guru di sana untuk menyimak dan mencoba langsung apa yang saya jelaskan. Bahkan bapak kepala sekolah langsung mengajak guru-guru untuk bereksperimen minimal satu kali bagaimana membuat Rencana Pembelajaran dengan memanfaatkan Rumah Belajar. Saya lumayan unexcpected dengan apa yang disampaiakan Bapak kepala Sekolah tadi dan membuat saya semakin bersemangat untuk membimbing rekan-rekan guru untuk mengeksplorasi Portal Rumah Belajar.